Direktur Baru PDAM Wajo Disorot, Pembenahan Distribusi Air Dinilai Tak Bisa Ditunda

Ikuti kami untuk mendapatkan Berita Aktual lainnya

Mediaakurat.org, WAJO,- Pelantikan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wajo membawa harapan baru bagi masyarakat, khususnya terkait persoalan distribusi air bersih yang hingga kini masih dikeluhkan di sejumlah wilayah. Namun, harapan tersebut dibarengi sorotan tajam agar kepemimpinan baru tidak sekadar bersifat seremonial.

Masalah klasik PDAM Wajo kembali mencuat, salah satunya maraknya penggunaan mesin dinamo atau pompa penyedot air oleh pelanggan tertentu. Praktik ini menyebabkan penurunan tekanan dan debit air, sehingga aliran air tidak mampu menjangkau pelanggan lain, terutama di wilayah ujung jaringan. Akibatnya, banyak pelanggan tidak kebagian air dan terpaksa diberlakukan sistem penggiliran.

Direktur PDAM Wajo yang baru dinilai berada pada titik krusial untuk mengambil keputusan tegas. Permohonan maaf kepada pelanggan dianggap tidak lagi cukup tanpa diikuti langkah nyata di lapangan.

Sejumlah pihak menilai, langkah pertama yang perlu diambil adalah penertiban penggunaan mesin dinamo yang tidak sesuai ketentuan. PDAM diminta melakukan pendataan pelanggan, inspeksi lapangan secara rutin, serta menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar tanpa pandang bulu.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dinilai mendesak. PDAM Wajo perlu memetakan wilayah rawan kekurangan air, memperbaiki jaringan perpipaan yang sudah uzur, serta menyesuaikan kapasitas distribusi dengan kebutuhan riil masyarakat.

Sorotan juga datang dari Lembaga Anti Kejahatan (L-GERAK) Indonesia yang menilai persoalan distribusi air bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut keadilan pelayanan publik.

“Direktur baru harus berani mengambil langkah tegas. Jangan sampai pelanggan yang patuh justru dirugikan karena lemahnya pengawasan,” tegas perwakilan L-GERAK Indonesia.

L-GERAK Indonesia mendorong agar PDAM Wajo membuka ruang transparansi kepada publik, termasuk menyampaikan kondisi riil distribusi air dan langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan. Hal ini dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Ke depan, kepemimpinan baru PDAM Wajo dituntut mampu membuktikan komitmen melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana. Pembenahan manajemen, penguatan pengawasan, serta penegakan aturan secara konsisten menjadi ujian awal bagi direktur baru dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih.Isbaharuddin