Mediaakurat.org, Lawe-lawe, Kalah bisa karena biasa, ini istilah klasik yang pernah kita jumpai saat di bangku sekolah era tahun 70 an dulu, pribahasa ini kiranya melekat pada sosok seorang pria paruh baya, sebut saja Dwi Hargianto nama aslinya, panggilan sehari-hari akrab disapa Si Kumis Tebal.
Beliau rupanya sosok yang terlahir untuk menjadi motivator handal di bidang Mekanikel, asalnya pun dari desa terpencil yaitu di Pulau Nusa Kambangan, terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Berbicara perihal pengalaman dan pengetahuan tentang Mekanikel, Rotating, Turbin dan lain lain itu sudah menjadi kebiasaan dilapangan, ia punya cerita tersendiri akan keseriusan pada Dunia komponen yang terbuat dari besi tersebut.
Seiring berjalanannya waktu sambil menggeluti profesinya, Dwi menemukan konsep kerja tentang Mekanikel, setelah berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain, mulai dari pusat kota hingga pelosok, bahkan dari Negara Korea sampai Kalimantan Timur, Indonesia.
Semua tuntutan menjadi seorang piawai dibidangnya tersebut berusaha ia jawab karena memang sudah biasa dan terbiasa, semangat yang perlahan tumbuh, diiringi dengan kerja keras, ia berhasil membayar semua tantangan bahkan mampu membayar biaya pendidikan yang ia tempuh selama ini.
Berawal dari hobi pasang baut, mencuci baut,sampai sampai selalu salah ketika pemasangan beberapa komponen, karena ketekunan dan keuletan alhasil komponen yang tadinya gagal terpasang, kini terpasang lagi, sesekali dilanda kekecewaan dan sakit hati.
Tak jarang pada momen bekerja terjadi beberapa kesalahan sehingga Dwi sering mendapat perlakuan diskriminasi oleh rekan kerjanya, sering dicemooh dan dikatai dengan sebutan yang mengejek.
Namun ia tak putus asa bahkan memberanikan diri untuk bergaul dengan orang orang berpengalaman dan akhirnya Dwi mencoba untuk bergabung dengan beberapa perusaan baik kecil maupun perusahaan besar.
Akan tetapi tak cukup hanya bermodal keberanian, selalu saja menemukan tantangan, ada banyak konsnep dan skema beberapa perangkat saat dicermati malah membingungkan untuk di pahami.
Problem yang sama dengan mekanikel yang sama, tetapi solusi beberapa pekerjaan tak ada yang benar benar sama, beberapa skema yang ditunjukkan oleh rekan kerja, malah terkesan seperti hanya ingin membodohi dirinya.
“Namun pada akhirnya aku ikut seseorang dari Perusahaan Kecil hingga Perusahaan Besar, dan terakhir mencoba bergabung dengan sebuah perusahaan di Negara Korea, berkat pengalaman di sana menghantarkan saya hingga sampai menjadi Project Manager (PM) di PT Alta Agung Teknik (AAT),
berangkat dari kenyataan itu, aku melirik untuk menggeluti Mekanikel, dan berpikir suatu saat atau beberapa tahun ke depan tak menutup kemungkinan apa yang saya lakukan akan menjadi sebuah usaha mandiri dan menjadi usaha milik sendiri untuk membangun Perusahaan sendiri,” Redaksi.














