Prabowo Tegaskan Penanganan Bencana Harus Cepat, Mitigasi dan Kesiapsiagaan Diperkuat.

Ikuti kami untuk mendapatkan Berita Aktual lainnya

Mediaakurat.org, Gambir, Penanganan bencana harus dilakukan dengan cepat, sekaligus diikuti langkah-langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi kemungkinan kejadian berikutnya.

Senin siang hingga sore, 7 September 2026, dari Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait untuk memonitor penanganan bencana yang sedang berlangsung, sekaligus memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan.

Sebagai negara yang berada di wilayah Ring of Fire, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun jauh sebelum bencana terjadi. Untuk itu, pemerintah melakukan berbagai langkah:

1. Memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa Flores terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali fungsional.

2. Mempercepat pemulihan Flores, termasuk mengaktifkan kembali sekolah dan menyiapkan peta jalan pemulihan ekonomi.

3. Menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemda NTT untuk memperkuat penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

4. Mempercepat pembangunan hunian sementara serta verifikasi kerusakan rumah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.

5. Memperkuat transportasi laut dan udara di NTT untuk logistik, mobilisasi, dan kondisi darurat.

6. Mengantisipasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 8 bandara terdampak, sekitar 350 penerbangan dibatalkan, dan sekitar 45.000 penumpang terdampak.

7. Memberikan refund 100% atau reschedule tanpa biaya tambahan, serta menambah kapasitas transportasi darat dan laut bersama PT KAI dan Pelni.

8. Melakukan operasi modifikasi cuaca untuk meluruhkan abu vulkanik dan mengantisipasi pergerakannya ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

9. Memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara, didukung 55 pesawat untuk modifikasi cuaca, patroli, dan water bombing.

10. Memperkuat penegakan hukum karhutla: 280 laporan polisi diproses, 138 tersangka diamankan, serta proses hukum terhadap sejumlah korporasi terus berjalan.

11. Menyusun master plan mitigasi bencana yang lebih menyeluruh, dengan prinsip “lebih baik lebih daripada kurang”, termasuk penambahan helikopter, pompa air, pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat modifikasi cuaca, dan drone.

Bapak Presiden menegaskan, setiap penanganan bencana harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat respons dan kesiapsiagaan pemerintah.

Pemerintah akan terus hadir hingga wilayah terdampak pulih, sekaligus memastikan Indonesia semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana.Moh, Rudolf