Penutupan Pengajian Sementara di Masjid Jami Al-Mukaromah, Kp. Parung Jahe Tongoh, Hadirkan KH. Amung

Ikuti kami untuk mendapatkan Berita Aktual lainnya

Mediaakurat.org, Tangerang,- Penutupan Pengajian Masjid Jami Al’Mukaromah, Hadirkan KH. Amung

ajak masyarakat Jamaah pengajian Sambut Ramadan dengan Kebersihan Hati

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Masjid Jami Al’Mukaromah, Kampung Jahe Tonggoh, Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin (09/02/2026).

Dalam rangka menggelar acara Penutupan Pengajian Sementara, acara ini menandai penghentian sementara kegiatan pengajian rutin mingguan selama bulan Ramadan dan dihadiri oleh para jamaah, Masjid Jami Al’Mukaromah, di hadiri oleh Tokoh agama, Tokoh Masyarakat, RT/RW, dan Masyarakat, agama, serta di hadiri BPD Desa Sukamanah Suhatma.

Salah satu penyuluh agama yang selama ini aktif memberikan pembinaan, KH. Amung, dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi Ketua Masjid Jami Al,Mukaromah, beserta seluruh jamaah yang telah berkomitmen menjaga kegiatan keagamaan di desa Sukamanah.

Semoga eksistensi Masjid Jami Al’Mukaromah terjaga, semakin kompak, dan terus berkembang setelah Ramadan dengan jumlah jamaah yang lebih banyak,” ujar KH. Amung

Ketua DKM Masjid Al’mukaromah, Ibrohim, Desa Sukamanah memberikan sambutanya, juga turut menghadiri acara pengajian Ia juga ikut rasa terima kasih dan penghargaan kepada para penyuluh agama yang selama ini aktif membina warga melalui masjid Jami Al’Mukaromah.

Ustadz Yudi juga memberikan sambutanya dan mewakili jamaah masjid Jami Al’Mukaromah, memohon maaf jika ada kesalahan. Setelah Idulfitri, kami berkomitmen untuk terus mendukung para penyuluh agama dalam berdakwah dan membina masjid Jami Al’Mukaromah, di Desa Sukamanah,” tuturnya.

Diposisi terpisah Pada kesempatan ini, KH. Amung, juga memberikan nasihat kepada para jamaah agar mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan membersihkan diri secara lahir dan batin.

Kita harus bersih luar dan dalam, jasmani dan rohani. Badan kita dibersihkan, seperti mencukur kumis dan menjaga kebersihan diri, tetapi yang lebih penting lagi adalah membersihkan hati kita,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan emosi yang buruk.

Bulan puasa bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga menjaga lisan. Banyak orang bisa menahan lapar, tapi tidak bisa menahan ucapannya. Mari kita jaga tutur kata agar Ramadan benar-benar menjadi bulan penuh berkah,” pesan KH. Amung.

Bulan suci Ramadan sebentar lagi akan tiba Setelah Idulfitri, kegiatan pengajian rutin di Desa Sukamanah, akan kembali digelar dengan semangat yang lebih besar tutupnya.

Pengajian di tutup dengan membaca alhamdulilah dan di pimpin hadiah Zikir oleh Ustadz Misbah dan pembacaan Al’Quran oleh Ustadz Utis Sutisna. pengajian berjalan dengan lancar dan Sukses, tutupnya.(R. Oji M, C.B.J, C.IL.J)