Mediaakurat.org, Penajam,- Setiap kader Posyandu wajib membawa buku Kartu Menuju Sehat (KMS) yang bertujuan untuk memudahkan pemahaman dalam membahas isi buku panduan tersebut, yang diperuntukkan bagi Bayi usia dibawah lima tahun (Balita).
Di buku tersebut terdapat panduan, yaitu penanganan balita dan ibu hamil serta untuk lansia, para kader diwajibkan untuk rajin membaca materi yang terkandung dalam buku itu.
Hal tersebut dijelaskan Ns.Siti Hardianti, S.Kep, sebagai petugas pembina kader, ia menambahkan bahwa kegiatan posyandu terkait Evaluasi laporan bulanan tentang bagaimana cara mengisi laporan yang benar.
“Sebelum kita membahas recana kegiatan, setiap kader posyandu wajib membawa buku (KMS) dan membahas isi buku panduan tersebut, untuk bayi balita dan untuk lansia, di buku itu ada panduan, yaitu panduan bayi balita ibu hamil dan untuk lansia, kader diwajibkan untuk rajin mempelajarinya,” tekan Siti Hardianti.
Ia menambahkan, pralansia dan lansia bahkan yang masih usia produktif, karena keharusan posyandu adalah melayani semua siklus Itegrasi Layanan Primer (ILP) melayani balita sampai lansia, masalah pelaporan itu para kader cenderung masih belum mengatahui plotin cara menghitung berat badan balita dibagi dengan tinggi badan.
“Semua itu ada rumusnya, jadi ibu ibu di kader Posyandu di Desa Girimukti belum mengetahui rumusan ILP, untuk evaluasi tentang laporan masih banyak yang perlu diperbaiki terkait laporan posyandu,” ujarnya.
Ketua Pembina Kader yang juga selaku ibu Kades Girimukti Triesna Watyhazairin, SE menyarankan, setiap kader posyandu itu bila ada pasien yang berobat harus sering sering di edukasi yaitu diberi pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan, karena biasanya kader jika pasien datang untuk timbang berat badan kebanyakan kader posyandu tidak memberikan edukasi.
“Seperti contoh, jika ada keluhan pasien sakit kepala, kader wajib memberikan edukasi kepada seorang pasien tentang cara mengatasi sakit yang diderita pasien, contoh anjuran, jika bapak sakit kepala jangan langsung minum obat, yang harus diutamakan makan yang teratur, pola istirahat yang teratur dan makan buah buahan yang dianjurkan secara teratur,” imbuh bu kades.
Bahkan Bu kades menyarankan agar kedapannya ada usulan untuk pembangunan posyandu, bukan di Polindes, karena Polindes adalah milik Kantor Desa Girimukti, jadi pengobatan bisa fokus dilakukan untuk lansia.
“Karena ada beberapa posyandu yang terkesan kurang layak untuk dioperasikan, jadi pembangunan posyandu diusulkan juga, kalau bisa dibangunlah posyandu tambahan, tetapi Pemerintah desa tidak bisa membangun posyandu lagi karena terdapat kendala, lantaran tak ada tersedia lahan milik desa,” tutupnya.Redaksi














