Mediaakurat.org, Babulu,– Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) berstandar internasional di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), memasuki tahap akhir persiapan dan direncanakan mulai memasuki konstruksi fisik pada November 2026 mendatang.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Menurutnya, proses pembangunan SNT di PPU telah memasuki tahapan final setelah Pemerintah Kabupaten PPU menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) dengan pemerintah pusat belum lama ini. Selanjutnya, pembangunan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada November 2026.
“Kalau sesuai informasi dari Kementerian, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai November. Kita harapkan seluruh prosesnya berjalan lancar,” kata Mudyat Noor, Rabu, (12/8/2026).
Sekolah yang diperuntukkan bagi jenjang SMP tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar. Besarnya anggaran menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang memiliki standar tinggi dan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan SDM di PPU.
Mudyat menegaskan, pembangunan SNT tidak hanya berorientasi pada penyediaan gedung sekolah, tetapi lebih jauh diarahkan untuk mencetak generasi PPU yang memiliki kompetensi, karakter, serta daya saing tinggi.
Terlebih, posisi PPU yang berada di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan dukungan SDM lokal yang mampu mengambil peran dalam berbagai peluang pembangunan dan ekonomi yang terus berkembang.
“Ini bagian dari upaya kita menyiapkan SDM yang unggul, maju, dan mampu bersaing di masa depan, khususnya dalam menghadapi dinamika pembangunan kawasan penyangga IKN,” jelasnya.
Meski diperuntukkan bagi putra-putri daerah, akses masuk ke sekolah tersebut nantinya tidak dilakukan secara otomatis. Calon peserta didik tetap harus mengikuti proses seleksi yang cukup ketat karena sistem pendidikan yang diterapkan mengacu pada standar internasional.
Pemkab PPU memperkirakan sekitar 5.000 calon siswa berpotensi mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan kursi di sekolah tersebut.
“Memang siswanya dari Penajam, tetapi tetap harus melalui tes karena standarnya memang internasional,” jelas Mudyat.
Program SNT ini juga menjadi kesempatan yang relatif eksklusif bagi daerah di Kalimantan Timur. Dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim, hanya PPU dan Kabupaten Mahakam Ulu yang mendapatkan undangan untuk mengikuti program tersebut.
Mudyat mengatakan Pemkab PPU terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia berharap kehadiran SNT dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan mutu pendidikan di PPU. Dengan fasilitas dan standar pendidikan yang tinggi, sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan.
“Pemerintah daerah terus berupaya agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita ingin anak-anak PPU memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan nantinya mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.Is/hms













