Mediaakurat.org, Leuwidamar,- Proyek pembangunan bronjong untuk perkuatan tebing Sungai Cisimeut di Kampung Batang, Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, mendapat sorotan dari sejumlah warga setempat. Mereka mempertanyakan kualitas material kawat bronjong yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.
Berdasarkan informasi yang tertera pada papan proyek, kegiatan tersebut merupakan paket pekerjaan Peningkatan Bangunan Perkuatan Tebing Sungai Cisimeut yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA).
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Audi Lestari dengan nilai kontrak sebesar Rp400.008.600. Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada 20 April 2026 dengan masa pengerjaan selama 60 hari kalender. Adapun tujuan kegiatan itu disebutkan sebagai upaya pengamanan sungai sekaligus penanggulangan bencana alam.
Namun demikian, di tengah pelaksanaan proyek, sejumlah warga mengaku menemukan dugaan ketidaksesuaian pada material bronjong yang dipasang di lokasi pekerjaan.
Salah seorang warga Desa Sangkanwangi yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai kawat bronjong yang digunakan terlihat lebih kecil dibandingkan ukuran yang lazim digunakan untuk pekerjaan pengamanan tebing sungai.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena Sungai Cisimeut dikenal memiliki debit air yang cukup besar saat musim hujan.
“Bronjong itu harusnya pakai kawat galvanis diameter 2,7 mm – 3 mm. Ini keliatannya kecil banget. Sayang duit 400 juta kalau setahun udah hancur,” ujarnya.
Warga tersebut mengkhawatirkan apabila diameter kawat yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen perencanaan atau Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka konstruksi bronjong berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat.
Mereka menilai kondisi itu dapat menyebabkan batu isian bronjong terlepas dan fungsi perlindungan tebing sungai menjadi tidak optimal ketika terjadi peningkatan debit air.
Selain menyoroti aspek kualitas pekerjaan, warga juga meminta adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap kesesuaian antara spesifikasi material yang tercantum dalam dokumen proyek dengan kondisi aktual di lapangan.
Mereka berharap instansi terkait melakukan pengujian teknis terhadap material yang digunakan, termasuk mengukur diameter kawat bronjong yang telah terpasang.
Warga meminta Dinas PUPR Kabupaten Lebak dan Inspektorat melakukan pengecekan fisik secara langsung serta membandingkan hasil pekerjaan dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak pekerjaan bernomor 611/002.Konstruksi-PPK/SP/PUPR/SDA/IV/2026.
Menurut warga, langkah tersebut penting dilakukan untuk memastikan kualitas konstruksi sesuai dengan perencanaan dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Cisimeut.
“Jangan sampai 400 juta habis, banjir datang, bronjong jebol. Kami yang kebanjiran,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Audi Lestari maupun Dinas PUPR Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan warga mengenai dugaan penggunaan kawat bronjong berdiameter kecil pada proyek tersebut.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak pelaksana pekerjaan dan instansi terkait guna memperoleh klarifikasi serta penjelasan lebih lanjut sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.Redaksi














