Mediaakurat.org, Penajam,- Menyusul laporan tentang meningkatnya kasus penyakit TBC yang ada di Desa Girimukti, Kepala Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Hendro Jatmiko Sormin menaruh perhatian yang serius terhadap peyakit tersebut.
Kebetulan sekali ada sekelompok Mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mulawarman angkatan ke 52 2026 sedang melakukan penyuluhan tentang bagaimana bahaya dan pentingnya mencegah dan mengobati penyakit TBC.
“Kami sangat mendukung dan menyambut baik program dari Kelompok KKN Unmul yang berupaya memberikan penyuluhan dan cara mengobati penyakit mematikan tersebut, bukan hanya itu kami juga apresiasi kepada kelompok KKN memberikan pengtahuan kepada masyarakat tentang pengelolaan UMKM dan Edukasi keuangan kepada masyarakat desa,” ujar Hendro.
“Alhamdulillah beberapa hari lalu kelompok KKN Unmul telah melaksanakan penyuluhan mengenai pengetahuan tentang TBC, yang mana pada waktu itu baik soal TBC, UMKM dan Manajemen Keuangan, materi dan pelaksanaannya sudah dikonfirmasi ke pihak pihak terkait, semua lintas instansi juga turut berkontribusi dengan menerjunkan jajarannya masing masing untuk menyampaikan materinya didukung pihak KKN,” tambah Hendro.
Kades Hendro Jatmiko Sormin menjelaskan bahwa untuk kasus warga yang terpapar TBC di Desa Girimukti tercatat grafiknya cukup tinggi, berkenaan dengan itu Kepala Desa Girimukti Hendro Jatmiko Sormin tidak membantah bahwa di Desanya yakni Desa Girimukti untuk kasus TBC grafiknya cukup tinggi, rankingnya ucap dia berada di urutan kedua se Kabupaten PPU.
“ Ada program pemdes bekerjasama KKN Unmul untuk mencoba melakukan tindakan pengobatan TBC di Puskesmas terdekat, untuk itu kami sebelumnya telah berkordinasi dengan pihak puskesmas dan posyandu desa Girimukti, untuk melakukan skreening atau cek kesehatan bagi penderita TBC,” ujar Kades Hendro.
Menurutnya Kasus TBC ini berdasarkan pengakuan dari salah satu kader posyandu dan didukung data dari Puskesmas dan Posyandu Dewi Sinta yang berhasil dihimpun oleh Kelompok KKN beserta jajaran Pemdes telah menerima data yang mencatat jumlah penderit TBC terbilang banyak.
Namun lanjutnya, terkait informasi ini pihak yang menangani soal kasus TBC tersebut belum mendapatkan data resminya sembari pihaknya masih mengolah data validnya kemudian menyampaikan surat pengantarnya kepada pihak yang diberi wewenang dalam penanganan TBC, jadi saat ini kata dia masih proses menunggu.
“Sasaran utama saat ini difokuskan di Posyandu Dewi Sinta untuk melakukan skreening pemeriksaan dari pihak puskesmas dan juga edukasi pengetahuan mengenai penanganan penyakit TBC,”tutupnya. (Redaksi)














