Mediaakurat.org, Penajam,- Pertanian di Wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) adalah pertanian tadah hujan, sehingga pada Periode tanam bulan Oktober 2026 ini sulit bagi petani melaksanakan penyediaan lahan siap tanam.21/10/2026.
Salah satu anggota Kelompok tani yang tak mau disebut namanya mengeluhkan hal ini dengan menyebut,” bagi petani saat ini mengalami kesulitan untuk memulai penggarapan sawah, kendala tersebut lantaran tak ada air, oleh karenanya kami belum menanam padi di sawah, karena belum adanya air lebih, karena sawah kita adalah sawahtadah hujan,” terangnya.
Tekait hal ini Mediaakurat.org telah mengkonfirmasi ke Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten PPU melalui Kabid Sapras Mahfud, diruang kerjanya Mahfud menjelaskan soal ketiadaan air di sawah, ia menyampaikan bahwa sebenarnya kata dia ada titik sumber air berupa sumur bor, ada yang bisa diaktifkan dan ada juga beberapa titik potensi airnya belum maximal.
Di satu wilayah ada satu titik sumur bor yang mampu melayani kurang lebih 5 hektare lahan sawah, setidaknya sambung dia baru terlayani luasan 35 hektare sawah terletak di wilayah Kecamatan Babulu,” jadi sawah kita dominannya merupakan sawah tadah hujan, naun rnisalnya pada saat musim hujan malah banyak petani yang mengalihkan fungsi lahan mereka ke komoditas lain seperti menanam semangka untuk sementara, ini terjadi di kawsan Gelara, di Desa Babulu Darat, mereka melakukan penanaman semangka sekitar 30 hektar,” kata dia.
Ia menambahkan, kemarin juga meminta dari BWS rutin menyuplai air tanaman semangka kepada petani untuk penyiraman tanaman, ada juga bantuan pompa dua unit untuk daerah Kecamatan Waru tepatnya di Desa Bangun Mulya, karena mereka ada sungai yang bisa dipompa yang langsung bisa disalurkan menuju sawah.
Bantuan dari BPBN Pusat Ke BPBD Provinsi kemudian diteruskan lagi ke BPBD Kabupaten, kemudian disalurkan ke Dinas Pertanian berupa pompa air yang dilengkapi selang berpenampang 6 inch.
“ Bantuan berupa apapun yang diberikan kepada Kami, kami tetap mendukung dari segi sarananya, apakah berbentuk pompa dan lain lain, untuk saat musim kemarau ini, apa juga yang mau dipompa kalau persediaan airnya tidak memungkinkan, jika seandainya ada umbung, ya tentu bisa di pompa,” tambahnya.
“Harusnya, bulan ini bisa menanam padi, yang bisa dilakukan saat ini petani mengolah persediaan lahan sambil menunggu hujan turun, karena kalau tidak ada air, maka petani tidak mengolah lahan, dimana semestinya musim tanam sudah dimulai dari September sampai dengan Oktober,”tutupnya.Karjani.














